LSM Lodaya Karawang Perkuat Peran Budaya dan Kontrol Sosial di Tengah Dinamika Pembangunan Daerah
Karawang — LSM Lodaya kembali menjadi sorotan publik setelah berbagai kegiatan sosial, budaya, hingga advokasi lingkungan mereka semakin intens terdengar di masyarakat. Organisasi yang berdiri sejak 2005 ini dikenal sebagai salah satu lembaga yang konsisten berada di garis depan dalam pelestarian seni budaya lokal sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap berbagai kebijakan dan proyek pembangunan di Kabupaten Karawang.
Didirikan oleh tokoh budaya Karawang, Nace Permana, LSM Lodaya lahir dari kegelisahan akan memudarnya nilai-nilai kearifan lokal di tengah derasnya modernisasi. Berangkat dari latar belakang keluarga seniman, Nace membentuk Lodaya sebagai wadah untuk menghidupkan kembali seni tradisi, sekaligus memperjuangkan hak-hak masyarakat dalam berbagai isu sosial dan lingkungan.
Dalam bidang seni dan budaya, Lodaya tercatat aktif menyelenggarakan berbagai pertunjukan dan festival, di antaranya Pasanggiri Tari Jaipong Bedog Lubuk tingkat Jawa Barat, serta peluncuran karya tari kreasi baru seperti Nyi Ronggeng yang mendapat sambutan luas dari komunitas budaya. Melalui program-program ini, Lodaya berupaya menjaga agar seni tradisional tetap relevan dan dapat dinikmati generasi muda.
Tidak hanya di panggung seni, Lodaya juga kerap hadir dalam isu-isu strategis daerah. Organisasi ini beberapa kali menyampaikan kritik terhadap proyek infrastruktur dan aktivitas industri yang dianggap berpotensi merugikan warga atau merusak lingkungan. Salah satu yang mencuri perhatian adalah desakan Lodaya agar pemerintah meninjau ulang izin sejumlah perusahaan yang dinilai belum patuh terhadap aturan lingkungan. Mereka juga pernah terjun langsung mengawasi dugaan pengrusakan hutan di wilayah Ciampel, menunjukkan komitmen terhadap perlindungan alam.
Di sisi sosial, Lodaya terlibat dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat, termasuk dukungan kepada para pekerja seni yang terdampak pandemi. Baru-baru ini, mereka juga menggelar khataman 30 juz Al-Qur’an di sekretariatnya sebagai bentuk penguatan spiritual bagi anggota dan masyarakat sekitar.
Dengan kiprah yang luas — mulai dari budaya, sosial, hingga advokasi publik — LSM Lodaya telah menempatkan diri sebagai salah satu organisasi masyarakat yang memiliki pengaruh signifikan di Karawang. Di bawah kepemimpinan Nace Permana, Lodaya diperkirakan akan terus memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan daerah, kelestarian budaya, dan kepentingan masyarakat.
Salam Budaya Lodaya